Pendakian Gunung Papandayan
Pendakian Gunung Papandayan 26 s/d 27 Maret 2017 (Pendakian Pertama)
Halo selamat datang di Catatan Omen Squad, sebuah catatan pendakian dari kami sekumpulan mahasiswa kelas karyawan Universitas Mercu Buana Jakarta. Perkenalkan nama gua Agung sebagai penulis yang sedang belajar menulis melalui Catatan Omen Squad kali ini akan berbagi cerita bagaimana pengalaman pertama gua mendaki gunung.
Saat itu Gua, Adhi & Saeful sedang nongkrong-nongkrong asik di lapangan basket kampus. Saeful sedang menceritakan pengalaman pertamanya mendaki Gunung Guntur. Gua dan Adhi sangat antusias mendengar cerita Saeful dan mulai tertarik untuk melakukan pendakian Gunung dan mencari referensi Gunung yang dapat didaki untuk pemula dan dapatlah kami nama Gunung Papandayan.
Lalu kami mencari teman untuk melakukan pendakian ini dan mencari teman yang sudah pernah atau sering melakukan pendakian untuk menjadi guide kami. Setelah mengumpulkan anggota maka yang akan melakukan pendakian ini adalah Gua, Adhi, Saeful, Gilang, Hilman, Megumi & Syukril. Syukril ini yang paling pro diantara kita semua, dari namanya saja sudah anak gunung banget ( Su Keril) hahaha.
Depan dari kiri ke kanan ( Agung & Megumi)
Belakang dari kiri ke kanan ( Gilang, Syukril, Saeful, Hilman & Adhi)
Belakang dari kiri ke kanan ( Gilang, Syukril, Saeful, Hilman & Adhi)
Waktu pendakian sudah ditentukan yaitu 2 minggu lagi dan saatnya ngajuin cuti, nyiapin peralatan & jangan lupa minta izin ke orang tua. Cuti sudah beres, saatnya menyiapkan peratalan pendakian. Tas Carrier minjem punya Abay, Sleeping Bag minjem punya Yuda, Gua cuman beli matras sama celana buat tracking. But wait perizinan dari Bapake begitu sulit, awalnya sangat dilarang naik gunung tetapi karena harus dan kudu naik gunung, Gua bilang aja ke Bapake kalau ada guidenya & penanggung jawab gitu buat pendakian ini hehehe padahal mah ngga ada.
Hari pendakian sudah tiba, logistik sudah dan siap saatnya cus. Titik kumpul di kosan Saeful dan setelah semua terlah berkumpul, Gua, Adhi, Saeful, Hilman, Syukril & Megumi setelah Isya naik Grab Car ke Terminal Kampung Rambutan, kalau Gilang langsung ke Terminal karena rumahnya dekat Terminal.
Bis mulai jalan jam 11 malam karena ngetem cukup lama di Pasar Rebo. Dalam perjalanan awalnya tidak dapat tidur pulas karena cukup macet di daerah Bekasi dan mulai terlelap ketika sudah masuk daerah Karawangan. Tiba di Terminal Guntur Garut sekitar jam 4 Pagi, tidak menunggu lama kami naik angkot (tarif 20rb) setelah itu naik mobil pick up (tarif 20rb) menembus pagi yang dingin di lereng Gunung Papandayan. Saat subuh tiba dan sampaikan kami di Pos Pendakian Gunung Papandayan dan mengurus SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) (tarif 60rb). Setelah Solat subuh dengan air setajam es kami sarapan nasi goreng di warung sekitar pos pendakian.
Belum juga masuk track pendakian kami sudah dibuat norak oleh menara pemantau di dekat Pos Pendakian.
Jalan dikit cekrek, jalan dikit cekrek "eh viewnya bagus nih" teriak Saeful
Kita ngga ada target sampai Pos Salada (tempat camping) jam berapa. Jalan dikit foto, jalan dikit makan, jalan dikit istirahat. Mencoba menikmati keindahan alam Gunung Papandayan dan membuang stress selepas kerja. Kita mulai jalan dari Pos Pendakian sekitar pukul 06:00 wib dan sampai di Pos Salada sekitar pukul 10:00 wib,
Setelah selesai memasang tenda, kami berencana masak untuk makan siang tetapi karena badan yang baru pertama kali melakukan pendakian ini dibuat lelah. Akhirnya kami membeli Mie Instan di Warung (eh di Gunung ada warung). Iya di Pondok Salada ada banyak warung untuk ngopi-ngopi dan makan berat jadi jangan takut akan kelaparan bahkan ada toilet disini.
Setelah selesai makan, kita main kartu, ngobrol-ngobrol dengan sedikit gibah dan akhirnya terlelap. Terbangun oleh dinginnya sore di gunung lalu kami mempersiapkan makan malam. Setelah selesai makan kami membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh ini. Sebuah kesalahan besar dan penyesalan membangun tenda ditempat yang salah karena menurut pendaki yang lain disekitar tempat kami membangun tenda itu jalur babi hutan yang bernama "OMEN". Betul saja, malam itu kami tidak dapat tidur nyenyak karena Omen mondar mandir disekitar tenda kami, bahkan sesekali mengendus tenda kami padahal sisa makanan sudah kami gantung di pohon yang agak jauh dari tenda kami. Tidur dengan wacana bangun pagi hari dan memburu sunrise tetapi wacana tetap wacana karena dinginnya pagi Gunung Papandayan membuat kami betah bersembunyi dibalik sleeping bag.
Bangun dengan sinar mentari yang sudah mengintip, kami akhirnya mempersiapkan logistik untuk melanjutkan perjalanan ke Hutan mati dan Tegal alun.
Hutan Mati
Kawah Gunung Papandayan
Setelah kami rasa puas mengambil momen di Hutan mati, kami melanjutkan perjalanan ke Tegal alun .Ditempat itu terdapat banyak bunga abadi yang sangat indah yaitu Bunga Edelweis
Perjalanan menuju Tegal alun tidak semudah yang dibayangkan malah lebih sulit dibanding perjalanan awal kami menuju Pondok Sadala karena kami harus mendaki bukit.
Cukup lama waktu yang kami tempuh menuju Tegal Alun dari Hutan Mati yaitu sekitar 1 jam. Tetapi perjuangan kami mendaki terbayar dengan pemandangan Tegal Alun yang indah.
Cahaya matahari sudah semakin bersinar dan kami memutuskan untuk kembali menuju Pos Salada.
Setelah sampai di Pondak Salada kami makan siang, merapihkan tenda dan mengumpulkan sampah-sampah untuk kami bawa kebawah.
Pukul 12:00 wib kami mulai jalan dari Pondok Sadala, memakan waktu perjalanan sekitar 3 jam untuk kami sampai di Pos Pendakian dengan kabut yang mulai turun.
Setelah selesai sampai di Pos Pendakian kami mandi, rindu rasanya badan ini untuk mandi dan selepas mandi kami carter mobil (tarif 50rb) untuk ke terminal Guntur Garut. Pukul 17:00 wib dengan menaiki bis Primajasa tujuan Lebak Bulus kami tidur lelap dengan badan yang sudah lelah, dan sampai terminal Lebak Bulus sekitar jam 10 Malam. Karena motor kami ada di kosan Saeful maka kami mencarter angkot sampai kosan Saeful (Taxi Online tidak ada yang mau mengangkut kami karena kami berenam orang). Sesampainya di kosan Saeful, Megumi pulang kerumahnya, Saeful mengantarkan dulu Syukril kerumahnya, malam itu yang menginap hanya Gua & Adhi dan berencana untuk pulang besok pagi. Setelah mengantar Syukril kerumahnya, Saeful kembali dengan membawa ayam bakar pedas padahal sudah larut malam tetapi disekitar kosan saeful masih ramai orang berjualan.
Sunggung perjalanan yang sangat berkesan, sudah lebih dari setahun yang lalu tetapi ingatan masih begitu kuat tentang pendakian tersebut. Mungkin kedepannya gua akan berbagi cerita tentang pendakian kami yang lain. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Terima kasih.
Untuk video pendakian Gunung Papandayan dapat dilihat dibawah ini.


























Gacorrrr
BalasHapusSukeril
Masuk pak eko
BalasHapusMantap, sangat membanggakan, lanjutkan menulis kawan, cerita yang lain di tunggu
BalasHapus